Pada Senin 9 Agustus, dunia mikroblogging Twitter sempat heboh lantaran adanya tweept yang mengaku dari Front Pembela Islam (FPI) dan menghujat tokoh agama lain. Tak hanya tweept biasa, bahkan para politisi dan pejabat tinggi negara.Para pengguna Twitter, Facebooker, saya imbau untuk mencerna betul apa yang ada dalam message-messaged itu. Jangan terlalu mudah untuk menerima apa saja yang keluar dari Twitter dan facebook karena itu uncensored.
-- Djoko Suyanto
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto pun mengaku sempat mencari akun twitter yang bersangkutan, namun tak menemukannya.
Melalui wartawan, Djoko mengimbau agar masyarakat menggunakan social media, seperti Twitter dan Facebook, secara bijak.
Dikatakan Djoko, diperlukan kedewasaan dalam menyikapi dan menyaring pesan-pesan yang bernada provokatif di Twitter dan Facebook. "Teman-teman media juga harus ikut aktif sosialisasikan hal ini," katanya.



0 comments:
Post a Comment